Hotel Dwi Agung selalu menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkesinambungan. Program pelatihan dan pengembangan ini diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan para karyawan, dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ( kualitas pelayanan ) para karyawan. Program pelatihan dan pengembangan yang diselenggarakan oleh Hotel Dwi Agung adalah sebagai berikut :
a. To Train Your Skill and Knowledge
Pelatihan ini diikuti oleh semua karyawan dari Food and Beverage Department. Food and Beverage Service merupakan wajah dan nafas dari sebuah hotel yang memegang peranan yang sangat penting. Sangat penting bagi karyawan Food and Beverage untuk mempelajari dan melatih ketrampilan yang berhubungan dengan pekerjaannya. Pelatihan ini berisi tentang hal – hal yang ada dan harus dikuasai oleh seorang karyawan yang tergabung dalam Food and Beverage Department baik tentang etika, penguasaan terhadap fasilitas yang diperlukan, jenis – jenis dan pelaksanaan program – program yang ada dalam F & B Service. Pelatihan diselenggarakan secara internal dengan mendatangkan pembicara / instruktur dari pihak luar.
b. Service Excelle atau pelayanan prima
Materi pelatihan ini adalah tentang etika untuk memberi pelayanan yang prima kepada para tamu hotel, meliputi bagaimana menciptakan pelanggan yang loyal melalui service excelle, cara untuk mengatasi kesenjangan dalam kualitas pelayanan yang mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian antara harapan para tamu dengan pelayanan yang diberikan, etika yang benar dalam memberi pelayanan dan berkomunikasi dengan tamu dan sebagainya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dari para karyawan Hotel Dwi Agung Surakarta. Pelatihan diselenggarakan selama 1 ( satu ) hari di Hotel Dwi Agung, dengan pembicara dari pihak eksternal dan diikuti oleh seluruh karyawan dari semua departemen - departemen yang ada di Hotel Dwi Agung.
c. Tidak semua karyawan yang bekerja di Hotel Dwi Agung mempunyai latar belakang pendidikan perhotelan atau pariwisata, oleh sebab itu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para karyawan diselenggarakan berbagai pelatihan dan pengembangan yang diperlukan untuk menunjang peningkatan produktivitas kerja mereka, meliputi : table manner, public relations, penguasaan bahasa inggris dan lain – lain. Pembicara pelatihan berasal dari pihak internal dan eksternal hotel.
Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif digunakan untuk menjelaskan tentang karakteristik responden dan penilaian respoden terhadap butir pernyataan kuesioner. Hasil distribusi karakteristik responden dan penilaian terhadap butir pernyataan dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Karakteristik Responden
Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Responden
Produktivitas karyawan dalam suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh jenis kelamin seseorang. Pria dan wanita cenderung berbeda dalam bersikap atau melakukan sesuatu terhadap suatu obyek yang sama. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel IV.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
| Jenis Kelamin | Jumlah Responden | Persentase (%) | |
| Pria | 48 | 80 | |
| Wanita | 12 | 20 | |
| Jumlah | 60 | 100 | |
Sumber : Data perusahaan, 2005
Dari tabel IV.3 ditunjukkan bahwa karyawan Hotel Dwi Agung Surakarta yang berjenis kelamin Pria sebanyak 80% dan sisanya sebanyak 20% berjenis kelamin Wanita. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas karyawan di Hotel Dwi Agung Surakarta berjenis kelamin Pria.
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan
Produktivitas yang dihasilkan seseorang dapat dipengaruhi oleh status perkawinannya. Karyawan yang bestatus perkawinan tidak menikah cenderung mempunyai produktivitas yang berbeda. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel IV.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan
| Status Perkawinan | Jumlah Responden | Persentase (%) | |
| Menikah | 44 | 73 | |
| Belum Menikah | 16 | 26 | |
| Jumlah | 60 | 100 | |
Sumber : Data perusahaan, 2005
Tabel IV.4 menunjukkan bahwa 73% karyawan di Hotel Dwi Agung mempunyai status menikah dan sisanya sebanyak 27% berstatus tidak/belum menikah. Tentu saja hal ini akan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap produktivitas yang dihasilkan oleh masing-masing karyawan.
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia juga berpengaruh dalam produktivitas seseorang dalam bekerja. Karyawan yang berusia muda tentu berbeda dalam berproduktivitas atau bekerja dibanding karyawan dengan usia yang lebih tua. Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel IV.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
| Usia | Jumlah | Persentase (%) | |
| ≤ 25 tahun | 12 | 20 | |
| 26 – 30 tahun | 28 | 47 | |
| 31 – 35 tahun | 5 | 8 | |
| 36 – 40 tahun | 7 | 12 | |
| > dari 40 tahun | 8 | 13 | |
| Jumlah | 60 | 100% | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Dari tabel IV.5 dapat ditarik kesimpulan bahwa karyawan di Hotel Dwi Agung rata-rata berusia 26–30 tahun yang mempunyai persentase tertinggi sebanyak 28 orang atau 47%, karyawan dengan dengan usia ≤ 25 tahun sebanyak 12 orang atau dengan persentase 20%. Karyawan dengan usia > 40 tahun sebanyak 8 orang atau dengan persentase 13%, berikutnya adalah karyawan dengan usia 36–40 tahun sebanyak 7 orang atau 12%. Dan yang paling sedikit adalah karyawan dengan usia 31–35 tahun sebanyak 5 orang atau dengan persentase 8%.
Berdasarkan data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar karyawan Hotel Dwi Agung Surakarta berusia 26–30 tahun atau mempunyai usia yang cukup produktif yang tentu saja akan mempengaruhi produktivitas kerja yang dihasilkannya.
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Latar belakang pendidikan sangat berpengaruh besar dalam setiap sikap, berperilaku dan produktivitas seseorang. Pendidikan yang beraneka ragam cenderung mempunyai pengaruh yang berbeda pula. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel IV.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
| Pendidikan | Jumlah | Persentase (%) | |
| SD | 4 | 7 | |
| SLTP | 6 | 10 | |
| SLTA | 32 | 53 | |
| D3 | 14 | 23 | |
| SI | 4 | 7 | |
| Jumlah | 60 | 100 | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Berdasarkan tabel IV.6, dari responden sebanyak 60 karyawan, 4 orang mempunyai pendidikan terakhir SD denan persentase sebanyak 7%, 6 orang mempunyai pendidikan terakhir SLTP dengan persentase sebanyak 10%, 32 orang mempunyai pendidikan terakhir SLTA dengan persentase sebanyak 53%, 14 orang mempunyai pendidikan terakhir D3 dengan persentase sebanyak 23%, dan 4 orang yang mempunyai pendidikan terakhir S1 dengan persentase sebanyak 7%. Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar dari karyawan Hotel Dwi Agung mempunyai pendidikan terakhir SLTA.
Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja
Produktivitas yang dihasilkan setiap orang tentu saja akan berbeda, dan hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah faktor yang mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja adalah lamanya karyawan tersebut bekerja. Karakteristik responden berdasarkan lamanya bekerja dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel IV.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja
| Lama Bekerja | Jumlah | Persentase (%) | |
| < dari 1 tahun | 6 | 10 | |
| 1 - 2 tahun | 24 | 40 | |
| 3 - 4 tahun | 10 | 17 | |
| 5 - 6 tahun | 12 | 20 | |
| > dari 6 tahun | 8 | 13 | |
| Jumlah | 60 | 100 | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Sesuai dengan tabel IV.7, dari 60 karyawan dapat diketahui bahwa 6 orang telah bekerja > 1 tahun dengan persentase sebesar 10%, 24 orang telah bekerja selama 1–2 tahun dengan persentase sebesar 40%, 10 orang telah bekerja selama 3–4 tahun dengan persentase sebesar 17%, 12 orang telah bekerja selama 5–6 tahun dengan persentase sebesar 20%, dan 8 orang telah bekerja selama > dari 6 tahun dengan persentase sebesar 13%. Berdasarkan data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar karyawan telah bekerja di Hotel Dwi Agung rata-rata selama 1–2 tahun dengan persentase tertinggi sebesar 40%. Perbedaan dari lama tidaknya karyawan bekerja di perusahaan akan mempengaruhi produktivitas kerja yang dihasilkannya.
Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu alat ukur melakukan fungsi ukurnya. Semakin tinggi validitas suatu fungsi alat ukur maka akan semakin tinggi pula pengukuran mengenai sasarannya. Validitas dapat ditunjukkan melalui korelasi yang signifikan antara skor item pertanyaan dengan skor totalnya, sedangkan skor total dapat diperoleh melalui penjumlahan semua skor item. Korelasi antar skor pertanyaan dengan skor totalnya harus signifikan. Angka korelasi yang diperoleh harus lebih besar dari critical value yang disyaratkan. Rangkuman mengenai hasil uji validitas terhadap kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel IV. 8
Hasil Uji Validitas Variabel Pelatihan
| No | Item | r-hitung | r-tabel | Keterangan | |
| 1. | PL1 | 0,652 | 0,254 | Valid | |
| 2. | PL2 | 0,595 | 0,254 | Valid | |
| 3. | PL3 | 0,691 | 0,254 | Valid | |
| 4. | PL4 | 0,756 | 0,254 | Valid | |
| 5. | PL5 | 0,637 | 0,254 | Valid | |
| 6. | PL6 | 0,596 | 0,254 | Valid | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Dari hasil uji validitas dapat diketahui bahwa variabel pelatihan mempunyai r-hitung lebih besar pada setiap item pertanyaannya dibanding dengan r-tabelnya. Oleh sebab itu, semua pertanyaan yang yang digunakan dalam kuesioner adalah valid.
Tabel IV. 9
Hasil Uji Validitas Variabel Pengembangan
| No | Item | r-hitung | r-tabel | Keterangan | |
| 1. | PN1 | 0,687 | 0,254 | Valid | |
| 2. | PN2 | 0,806 | 0,254 | Valid | |
| 3. | PN3 | 0,744 | 0,254 | Valid | |
| 4. | PN4 | 0,637 | 0,254 | Valid | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Hasil uji validitas dari setiap pertanyaan untuk variabel pengembangan menunjukkan bahwa r-hitungnya lebih besar dari r-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner adalah valid.
Tabel IV. 10
Hasil Uji Validitas Variabel Produktivitas Kerja
( Karyawan )
| No | Item | r-hitung | r-tabel | Keterangan | |
| 1. | PR1 | 0,526 | 0,254 | Valid | |
| 2. | PR2 | 0,495 | 0,254 | Valid | |
| 3. | PR3 | 0,463 | 0,254 | Valid | |
| 4. | PR4 | 0,410 | 0,254 | Valid | |
| 5. | PR5 | 0,540 | 0.254 | Valid | |
| 6. | PR6 | 0,446 | 0.254 | Valid | |
| 7. | PR7 | 0,548 | 0.254 | Valid | |
| 8. | PR8 | 0,438 | 0.254 | Valid | |
| 9. | PR9 | 0,509 | 0.254 | Valid | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Hasil uji validitas untuk item pertanyaan produktivitas kerja dari segi karyawan mempunyai r-hitung yang lebih besar dari r-tabelnya, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semua item pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner untuk produktivitas kerja dari segi karyawan adalah valid.
Tabel IV. 11
Hasil Uji Validitas Variabel Produktivitas Kerja
( Pimpinan )
| No | Item | r-hitung | r-tabel | Keterangan | |
| 1. | PR1 | 0,798 | 0,254 | Valid | |
| 2. | PR2 | 0,798 | 0,254 | Valid | |
| 3. | PR3 | 0,829 | 0,254 | Valid | |
| 4. | PR4 | 0,857 | 0,254 | Valid | |
| 5. | PR5 | 0,786 | 0.254 | Valid | |
| 6. | PR6 | 0,883 | 0.254 | Valid | |
| 7. | PR7 | 0,883 | 0.254 | Valid | |
| 8. | PR8 | 0,777 | 0.254 | Valid | |
| 9. | PR9 | 0,829 | 0.254 | Valid | |
| 10. | PR10 | 0,883 | 0.254 | Valid | |
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2005
Demikian pula untuk setiap item pertanyaan untuk variabel produktivitas kerja pimpinan yang juga mempunyai r-hitung lebih besar dari r-tabelnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semua item pertanyaan yang dipakai dalam kuesioner untuk produktivitas kerja dari segi pimpinan adalah valid.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan tingkat kestabilan dari alat pengukur untuk mengukur auatu gejala. Semakin tinggi suatu reliabilitas alat ukur, maka semakin stabil alat tersebut mengukur suatu gejala. Reliabilitas atau tidaknya butir-butir pertanyaan dapat dilihat dari nilai cronbach alpha-nya. Nilai alpha antara 0,8–1,0 dikategorikan reliabilitasnya baik, nilai 0,6–0,79 dikategorikan reliabilitasnya dapat diterima, dan apabila alpha kurang dari 0,6 maka reliabilitasnya dikategorikan kurang baik ( Sekaran, 2000: 206 ).
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas variabel didapatkan nilai cronbach alpha masing – masing variabel sebagai berikut.
Tabel IV. 12
Hasil Uji Reliabilitas Variabel
| Variabel | Cronbach Alpha | Keterangan | |
| Program Pelatihan Karyawan | 0.7194 | Dapat diterima | |
| Program Pengembangan Karyawan | 0.7854 | Dapat diterima | |
| Produktivitas Kerja ( Karyawan ) | 0.6140 | Dapat diterima | |
| Produktivitas Kerja ( Pimpinan ) | 0.9490 | Baik | |
Sumber ; Data primer yang diolah, 2005
Hasil uji reliabilitas variabel pelatihan menunjukkan cronbach alpha sebesar 0,7194 yang termasuk kategori reliabilitas yang dapat diterima. Dari hasil uji reliabilitas variabel pelatihan mendapat nilai 0,7194 artinya variabel ini mempunyai kemampuan konsistensi sebesar 71,94%, apabila dilakukan pengukuran ulang.
Variabel pengembangan mempunyai cronbach alpha sebesar 0,7854, termasuk dalam kategori reliabilitas yang dapat diterima. Cronbach alpha bernilai 0,7854 artinya variabel pengembangan ini mempunyai kemampuan konsistensi sebesar 78,54%, apabila dilakukan pengukuran ulang.
Untuk variabel produktivitas kerja ( karyawan ), hasil uji reliabilitas menunjukkan cronbach alpha sebesar 0,6140, termasuk dalam kategori reliabilitas yang dapat diterima. Alpha bernilai 0,6140 berarti variabel produktivitas kerja ( karyawan ) mempunyai kemampuan konsistensi sebesar 61,40%, apabila dilakukan pengukuran ulang.
Sedangkan variabel produktivitas kerja ( pimpinan ), dari hasil uji reliabilitas mempunyai cronbach alpha sebesar 0,9490, termasuk dalam kategori reliabilitas yang baik. Apabila dilakukan pengujian ulang, variabel ini mempunyai kemampuan konsistensi sebesar 94,90%.
Analisis Regresi Linier Berganda dengan Variabel Dummy
Untuk mengetahui pengaruh dari program pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap produktivitas kerja di Hotel Dwi Agung Surakarta digunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel dummy, dengan persamaan sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3D
Keterangan :
Y = produktivitas kerja
a = bilangan konstanta
b1 = koefisien regresi X1
b2 = koefisien regresi X2
b3 = koefisien regresi X3
X1 = pelatihan
X2 = pengembangan
D = pelatihan
1 jika dapat pelatihan
0 jika tidak dapat pelatihan
Berikut adalah tabel hasil dari analisis model regresi terhadap data laporan.
Tabel IV.13
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda dengan Variabel Dummy
| Variabel | Koef. Regresi | Std. Error | t | Sig. | ||
| X1 | 0,631 | 0,143 | 4,408 | 0,000 | ||
| X2 | 0,386 | 0,174 | 2,220 | 0,030 | ||
| D | 0,079 | 0,031 | 2,560 | 0,013 | ||
| Konstanta | 1,634 | | ||||
| Standart Error | 0,175 | | ||||
| Adjusted R. Square | 0,530 | | ||||
| R. Squared | 0,553 | | ||||
| F-Hitung | 23,135 | | ||||
Sumber: Print out Program SPSS 11, 2005
Berdasarkan hasil pengolahan data tabel IV.13, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
Y = 1,634 + 0,631X1 + 0,386X2 + 0,079D
(9,348) (4,408) (2,220) (2,560)
Berdasarkan persamaan regresi berganda dengan variabel dummy diatas dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Konstanta (a ═ 1,634)
Konstanta bernilai positif menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan pengembangan karyawan mempunyai pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja. Apabila variabel pelatihan dan pengembangan tidak ada maka produktivitas kerja karyawan akan tetap bernilai positif.
2. Koefisien Regresi Variabel Pelatihan (b1 = 0,631)
Nilai positif menunjukkan indikasi bahwa variabel pelatihan mempunyai pengaruh positif yang signifikan, apabila perusahaan menyelenggarakan program pelatihan maka akan terjadi peningkatan terhadap variabel Y (produktivitas kerja).
3. Koefisien Regresi Variabel Pengembangan (b2 = 0,386)
Nilai positif menunjukkan bahwa variabel pengembangan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap variabel dependen (produktivitas kerja).
4. Koefisien Regresi Pelatihan sebagai Dummy (b3 = 0,079)
Nilai positif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antar karyawan yang mendapat pelatihan dengan karyawan yang tidak mendapat pelatihan terhadap variabel dependen ( produktivitas kerja ).
Adjusted R. squere sebesar 0,530 yang menunjukkan bahwa variabel produktivitas dipengaruhi oleh variabel pelatihan (X1) dan pengembangan (X2) sebesar 53 % sedangkan sisanya 47 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar yang diteliti dalam skripsi ini.
Uji Regresi Parsial (Uji t)
Uji regresi parsial (uji t ) digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen ( pelatihan dan pengembangan karyawan) terhadap variabel dependen ( produktivitas kerja) secara individual.
Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut :
1. Menentukan hipotesa nol dan hipotesa alternatif
H0 : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen
Ha : b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
2. Menentukan level of significance
(α) = 0,05 , dengan tα/2; (k-1;n-k)
3. Kriteria pengujian
Ho diterima apabila : ttabel ≤ thitung ≤ ttabel
Ha ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < - ttabel
4. Perhitungan
Besarnya nilai thitung dari masing-masing nilai probabilitas t untuk masing-masing variabel independen adalah sebagai berikut.
1) Untuk variabel pelatihan besarnya thitung adalah 4,408
2) Untuk variabel pengembangan besarnya thitung adalah 2,220
3) Untuk pelatihan sebagai variabel dummy besarnya thitung adalah 2,550
5. Kesimpulan
1) Untuk variabel pelatihan nilai thitung sebesar (4,408) > ttabel sebesar (1,960). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara variabel pelatihan ( X1) secara individu terhadap produktivitas kerja.
2) Untuk variabel pengembangan nilai thitung sebesar (2,220) > ttabel sebesar (1,960). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengembangan ( X2 ) terhadap produktivitas kerja (Y).
3) Untuk pelatihan sebagai variabel dummy nilai thitung sebesar (2,550) > ttabel sebesar (1,960). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat pengaruh pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja (Y) antara antara karyawan yang mendapat pelatihan dengan karyawan yang tidak mendapat pelatihan (D).
Uji F
Uji F merupakan pengujian secara serempak yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen (pelatihan dan pengembangan) terhadap variabel independen secara bersama-sama. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa nilai Fhitung (23,135) > Ftabel (2,76) sehingga dapat diambil suatu kesimpulan bahwa variabel pelatihan dan pengembangan karyawan bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja di Hotel Dwi Agung Surakarta.